GERAKAN SELAMATKAN INDONESIA

Jurnalline.com, Jakarta – Menyikapi satu kekinian pemerintahan Jokowi. Untuk itu persiapan “gelar perkara” akan bergulir dengan mempersiapkan segala sesuatunya. Acara konfrensi pers yang dilaksanakan hari ini di daerah Kampung Melayu Kecil Rt 04/09 Bukit Duri Jakarta Selatan begitu antusias memberikan pernyataan.

“Jangan biarkan ini menjadi kasus yang main-main dan juga kepada Bareskrim dan pak Tito jangan gara-gara kasus ini Republik ini bubar. Ini kelancangan dan kebodohan,jangan lukai ulama,”ungkap Ratna Sarumpaet.

Kesedihan, kebingungan, kekhawatiran. Berhadapan dengan situasi saat ini maka unpredictible, apakah kemarahan umat islam berdiri sendiri?  Peristiwa Pulau Panjang adalah klimaks dari persoalan sebelumnya? Karena pada titik tertentu, betul-betul menyesakkan hati, jelas Ratna.

Setelah “gelar perkara”, kita akan adakan aksi damai lagi. Supaya disampaikan pada Panglima, Kapolri dan ini menjadi ujian kita bersama.

Adhie M Massardi, menyampaikan, “persoalan SARA akan kita tutup setelah Ahok ini. Ini persoalan hukum. Jangan hanya mengorbankan masyarakat demi mempertahankan jabatannya.”

“Pada tanggal 25 November 2016 akan kita jadikan mogok nasional. Kami nyatakan gerakan rakyat,dengan menggelar demonstrasi dari 20 provinsi yang sudah terkonfirmasi akan hadir. Tanggal 25 November atau 2 Desember 2016. Gerakan rakyat ini bukan penistaan agama. 2 (dua) jam sebelum cuti Ahok tanda tangan mengenai upah murah. Sistem kerja outsourching dan sebagainya,ungkap Said Iqbal.

Permasalahan ini adalah persoalan geopolitik Indonesia. Memperbolehkan orang asing di Indonesia. Menangkap orang asing yang menjadi petani di Bogor. Pada prinsipnya Ahok adalah salah satu menjalankan poksi(tugas pokok dan fungsi) asing.

“Harapan kita bersama tangkap, tahan,penjarakan Ahok,” ungkap Ratna dan Said Iqbal serentak.

(Dms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE